Minggu, 15 Maret 2015

Lima Keinginan Penting Dalam Islam

Manusia adalah mahluk Allah swt yang tidak pernah puas akan apa yang sudah di milikinya. Perasaan tidak pernah puas ini di sebabkan oleh nafsu dan keinginan mereka yang tiada batasannya. Keinginan manusia seringkali terlalu variatif dan tanpa batas. Tetapi yang sebenarnya yang mereka butuhkan sebagian besar dari mereka tidak mengetahui apabila manusia itu tidak mengenal Islam dan Ajarannya, maka hidup mereka jauh dari kata dan perasaan bersyukur di sebabkan ketidak jelasan tujuan dan lemahnya pedoman dan keimanan dalam hidup ini. 

Keperluan hidup mereka semata-mata hanya keperluan Duniawi, sehingga mereka sangat mudah putus asa dan kecewa ketika kehilangan sebagian hartanya dan hal yang di sukainya. Mereka juga terjerumus dalam membangga-banggakan materi, jabatan, popularitas yang tinggi dan sebagainya. Padahal semua yang mereka inginkan itu tidak dapat menolong mereka dari siksa Akhirat. Barometer hidup mereka adalah harta dan tahta yang tidak lain hanya merupakan pencapaian Duniawi. Sedangkan Allah berfirman :

"Barang siapa yang di beri petunjuk oleh Allah swt, maka dialah yang mendapat petunjuk dan barang siapa yang di sesatkan-Nya, maka kamu tidak akan mendapat seorang pemimpinpun yang dapat memberi petunjuk kepadanya." (Al-Kahfi : 17)

Dan Allah swt  juga telah menyebutkan tentang mereka,

"Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan di Dunia sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai." (Arrum:7)

Manusia-manusia yang seperti ini pastilah akan merugi di Dunia maupun Akhirat, Karena Allah swt yang Maha Berkuasa juga telah menyatakan tentang akhir kehidupan mereka dalam ayat berikut,

"Seseungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan Dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan oramg-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami, mereka itu tempatnya ialah neraka, di sebabkan apa yang selalu mereka kerjakan". (Yunus : 7-8)

- Prioritas Utama dalam Hidup

Orang-orang yang beriman dan memegang kuat ajaran agamanya yaitu mereka yang menegakkan ibadah sholat lima waktu dengan khusyu dan bersungguh-sungguh. Sholat adalah salah satu sarana kita berkomunikasi dan berhubungan dengan yang Maha Kuasa, Pencipta, Maha Kaya, Maha Pemberi, Maha Pemurah dan Maha Penyayang. Hubungan yang intensif dilakukan secara kontinyu dan berkesinambungan sesuai bimbingan dan nasihat Nabi Muhammad saw menjadi jaminan kebahagiaan Dunia dan Akhirat tidak di ragukan lagi. Allah swt akan memberikan kebahagiaan kepada orang-orang yang melakukan perintahnya dan menjauhi larangannya serta yang selalu menegakkan ibadahnya dengan berjamaah dan khusyu karena implementasi itu merupakan ciri-ciri orang-orang yang bertaqwa, sebagaimana firman Allah swt :

"Barang siapa beribadah kepada Allah swt niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak di sangka-sangka dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah swt niscaya Allah swt akan mencukupkan (Kerperluan)nya. Sesungguhnya Allah swt melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah swt telah mengadakan ketentuan-ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu." (Attalaq:2-3)

Dengan Ibadah yang kita jalankan yaitu sholat lima waktu yang di ajarkannya, Nabi Muhammad saw mengingatkan kita Lima Hajat atau Keinginan hidup yang penting. Hal ini kita temukan dalam do'a tatkala kita duduk di antara dua sujud. Permohonan-permohonan orang-orang yang sholat di kala itu adalah "robbighfirlii, Warhamnii, Wajburnii, Wahdiinii, Warzuqnii" (Ya Allah swt ampunilah aku, sayangilah aku, cukupkanlah diriku, berilah petunjuk kepadaku, karuniakanlah aku rezeki).

1. Ampunan Allah swt 

Manusia sejatinya adalah mahluk yang sering lupa, khilaf dan bersalah. Kekeliruan yang mereka lakukan sangat banyak dan bervariatif.. Manusia sangat memerlukan ampunan Allah swt sehingga dalam keadaan hidup ia berdosa terhadap Allah swt tentulah ia akan celaka dan sengsara. Sifat seorang muslim adalah mensegerakan bertaubat ketika melakukan dosa atau kesalahan. Telah di sebutkan dalam Hadist baginda Nabi Muhammad saw:

"Setiap anak Adam pasti berbuat salah dan sebaik-baiknya orang yang bersalah adalah orang yang bertaubat dari salahnya." (HR Addarimi).

Allah swt telah memberikan maaf dan menerima Taubat Hamba-Nya serta mengampuni segala dosa-dosa mereka. Di sebutkan juga dalam Hadist :

"Seandainya kalian tidak punya dosa lalu tidak minta ampun, tentu Allah akan menciptakan mahluk yang berdosa lalu mereka meminta ampun dan di beri ampun." (HR. Muslim)

2. Kasih sayang Allah swt

Kasih sayang Allah swt atau Rahmatullah merupakan Hajat yang penting dan sangat di perlukan oleh manusia. Allah yang Maha mengawasi dan Maha membalas menilai dan memberi balasan pada amal ibadah. Jika tiada kasih sayang Allah swt tentu kemurkaan yang lebih banyak. Manusia tidak bisa hanya mengandalkan amal shalehnyaa untuk meraih syurga dan keridhaan Allah swt, karena amal shalehnya itu sangat-sangat tidak sebanding dengan kenikmatan yang di berikan oleh Allah swt kepadanya. Dalam hai ini Nabi Muhammad saw bersabda dalam Hadistnya:

"Seseorang tidak akan masuk syurga di sebabkan amalnya". 

Seorang Sahabat Beliau bertanya, "Tidak juga engkau ya Rasulullah saw?"

Nabi Muhammad saw menjawab, "Tidak juga aku, namun Allah swt telah meliputi aku dengan Rahmat-Nya". Dari Hadist tersebut dapat kita mengambil hikmat bahwa kita harus sadar bahwa kasih sayang Allah swt itulah yang menyelamatkan  hidup kita dan bahagia serta di jauhkan dari Api Neraka. Namun demi meraih kasih sayang Allah swt kita wajib dan harus terus menerus berbuat baik dan beramal shaleh seraya berdo'a memohon rahmatNya.

3. Kecukupan Hidup

Dalam kehidupan kita sebagai manusia tentu mempunyai kebutuhan dan memerlukan fasilitas yang memadai yang dapat digunakan dalam Ibadah dan beramal shaleh. Cukup artunya tidak kekurangan dan juga tidak berlebih, sesuai dan bermanfaat penuh berkah dari sisi Allah swt. Seorang muslim tidak harus hidup bermewah-mewahan cukup memilki kekaayaan hati (Jiwa) dan apa yang di janjikan Allah swt di syurga-Nya jauh lebih penting. Kekayaan bagi orang-orang beriman tergambar dalam do'a mereka:

"Allahughninaa bihalaalika an haromik, wa bithotika an ma'shiyatik, wa bifadhlika amman siwaak"
 (ya Allah swt kayakanlah aku dengan yang Engkau halalkan daripada yang Engkau haramkan dan dengan ketaatan kepada-Mu daripada maksiat pada-Mu dan dengan keutamaan yang berasal dari-Mu dan bukan dari selain-Mu)  .

4. Petunjuk dan Bimbingan

Petunjuk dan Bimbingan yaitu jalan yang lurus yang juga selalu kita mohon  dalam do'a  "Tunjukanlah kami di jalan-Mu yang lurus". Petunjuk hidup adalah hajat hidup yang mendasar di sebabkan karena banyak godaan, cobaan dan rintangan yang akan di hadapi manusia ketika mengarungi samudera kehidupan. Allah swt menguji manusia dengan jalan yang terjal dan berkelok-kelok agar manusia tetap tegar menempuh jalan Allah swt. Allah mengujinya dengan jalan licin atau onak duri agar mansuia selalu berhati-hati dalam melangkah dan selalu ingat kepada pertolongan Allah swt. Tanpa hidayah Allah swt ibarat menjalani kehidupan dengan kegelapan tanpa adanya lampu atau cahaya yang memberi penerangan, tentu akan berjalan tertatih-tatih tidak berdaya, tidak dapat berbuat apa-apa, tabrak sana tabrak sini dan terjerumus dalam kesesatan.Sebagaimana di sebutkan dalam Firman Allah swt :

"Barang siapa yang di beri petunjuk oleh Allah swt, maka dialah yang mendapat petunjuk dan Barang siapa yang di sesatkan-Nya, maka kamu tidak akan mendapatkan seorang pemimpinpun yang dapat memberi petunjuk kepadanya". (Al-Kahfi : 17)

5. Rezeki yang Halal

Rezeki adalah segala bentuk pemberian dari Allah swt yang Maha Pemurah kepada setiap Hamba-hamba-Nya. Rezeki yang halal bukan hanya terbatas pada makanan dan minuman yang bebas dari segala bentuk Harom dan Syubhat, tetapi semua jenis mata pencaharian yang di peroleh manusia secara jujur yang membuat hal Rezeki tersebut Halal dari segi dzat, sifat, akibat serta cara memperolehnya. jadi Halal atau Haramnya bukan hanya dari segi unsur atau dzatnya melainkan juga dari cara memperolehnya atau sumbernya apakah di dapatkan dengan cara yang di ridhoi Allah swt atau justru di dapatkan dengan cara-cara yabg di larang oleh Allah swt. Memohon rezekin yang halal sudah tentu memohon harta yang halal dan Ilmu yang bermanfaat serta kesehatan. Sebagaimana do'a yang di ucapkan ketika kita hendak meminum Air Zam-zam,

"Ya Allah aku memohon kepada-Mu Ilmu yang bermanfaat, Rezeki yang luas dan kesembuhan dari segala penyakit". (HR. Daruquthni)

Itulah Hal Prioritas Hidup yang selalu harus kita mohonkan dalam do'a yang selalu kita panjatkan pada saat duduk di antara dua sujud. Betapa penting dan mendesak kelima hal tersebut sehingga dalam memohonnya pun dilakukan pada setiap raka'at sholat yang kita lakukan lima waktu setiap harinya. Apabila kita benar-benar menghayati dan mengilhami kandungan do'a ini maka dengan izin Allah swt kita semua akan selamat di Dunia maupun di Akhirat. Alangkah beruntung mereka yang selalu menegakkan sholat lima waktu secara berjamaah dengan khusyu sehingga meraih keseksesan dan keberkahan hidup dan yakinlah setiap muslim yang menegakkan sholat dengan cara ini akan di jauhkan Allah swt dari kesengsaraan, kemelaratan dan kemerosotan hidup dan akan di jamin segala sesuatunya oleh Allah Azza wa Jalla.

Allah swt berfirman :

"Qod aflahal mu'minuun alladzina hum sholatihoim khosyinuun"

Artinya : " Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, yaitu mereka yang khusyu dalam sholatnya"
(Al-Mukminuun : 12)

Demikian pembahasan mengenai lima keinginan penting dalam Islam. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi para pembaca dalam menambah wawasan dan ilmu pengetahuan, khususnya dalam Islam.

Artikel terkait :

- MENGHAPUSKAN DOSA DAN MENAIKAN DERAJAT

- KEBERKAHAN DALAM MENYAYANGI DAN MENJAGA ANAK YATIM

- KEBAIKAN DAN MANFAAT BERSHADAQAH

- SAKITNYA PROSES SAKARATUL MAUT

- KEINDAHAN DAN KENIKMATAN SURGA TIADA BANDING DAN BATAS

- SANGKAKALA (TEROMPET TANDUK) MALAIKAT ISRAFIL

- PARA AHLI SURGA

- 9 PINTU REZEKI

- KEUTAMAAN DAN MANFAAT TERSENYUM



Menghapuskan Dosa Dan Menaikan Derajat

Setiap muslim tentu mengharapkan agar dosa-dosanya dapat di ampuni oleh Allah swt, Selain itu juga berharap agar derajat kita di tinggikan oleh Allah swt. Baginda Nabi Muhammad saw mengajarkan kita untuk meraih hal tersebut dengan melakukan tiga cara, yaitu :

1. Menyempurnakan Wudhu 

Menyempurnakan wudhu pada saat yang tidak di sukai. Maksudnya Jika berwudhu di lakukan secara sempurna berdasarkan rukun wajib dan syarat sahnya. Misalnya tatkala membersihkan mulut sambil menghirup ke dalam hidung kemudian menyemprotkannya padahal udara dalam keadaan sangat dingin, membasuh tangan sampai siku dan membasuh kaki sampai mata kaki meskipun keadaan tergesa-gesa. Menyempurnakan syarat rukun dan sunnah dalam berwudhu terkadang sangat sulit untuk di lakukan oleh kita dan kebanyakan orang melalaikan kesempurnaan wudhu padahal kesempurnaan wudhu sangat mempengaruhi kekhusyuan, kesempurnaan dan menentukan di terimanya sholat kita oleh Allah swt.

2. Melaksanakan sholat berjamaah

Selalu melaksanakan sholat berjamaah di masjid kecuali sudah dalam keadaan udzur atau sakit. Dalam hal ini tetap menjaga sholat berjamaah karena sholat yang di lakukan secara berjamaah 27 lebih tinggi derajatnya di bandingkan dengan sholat sendiri-sendiri. Berjamaah dalam sholat lima waktu hampir-hampir menjadi kewajiban bagi kaum muslimin namun masih banyak dari kita yang melalaikannya.

3. Menunggu sholat setelah melaksanakan sholat

Menunggu Sholat setelah melaksanakan sholat artinya tetap berada di masjid ittikaf antara maghrib ke isya atau dzuhur ke ashar. Juga dapat di artikan sudah dalam keadaan berwudhu dan menunggu adzan berkumandang di masjid bukan di rumah ataupun di jalan. Yang ketiga ini di sebut juga ribath (berjaga-jaga) di jalan Allah swt yang memilki nilai tinggi di dalam kehidupan. Masjid adalah pusat pergerakan dan budaya kaum muslim sehingga seluruh kegitatan kita sebagai muslim selalu berorientasi berawal dan berakhir pada masjid. Anak yang baru lahir di Aqiqahkan bersama jamaah Masjid dan seorang muslim yang wafat di sholatkan di masjid. Bagaimana dengan seorang muslim yang tidak pernah beribadah ke Masjid dan  ingin di sholatkan di Masjid ketika dia wafat.

Diriwayatkan oleh Imam Muslim suatu ketika Rasulullah saw bersabda kepada para sahabat beliau, 
"Apakah kalian mau aku tunjukan suatu amalan yang dapat menghapus dosa dan mengangkat derajat? 
 "Para sahabat menjawab , "mau ya Rasulullah!" Rasulullah saw bersabda lagi, 
"Menyempurnakan wudhu pada saat-saat yang tidak di sukai, memperbanyak langkah kaki menuju Masjid dan menunggu sholat setelah sholat. yang demikian itu ialah Ar-Ribath"
 (HR. Muslim)

dari hadist dan uraian di atas, maka kita sebagai kaum muslim di anjurkan untuk memperhatikan hal-hal yang dapat membantu kita unttuk menghapuskan dosa dan menaikan derajat kita, agar hidup kita terus di rahmati oleh Allah swt.

Demikian pembahasan mengenai menghapuskan dosa dan menaikan derajat. semoga apa yang penulis sampaikan dapat bermanfaat untuk kita semua dan dapat menambah wawasan serta keimanan kita kepada Allah swt.

Artikel terkait :


Keberkahan Dalam Menyayangi Dan Menjaga Anak Yatim

Seotang anak-anak yang belum baligh (dewasa) yang ayahnya telah meninggal dan belum bisa mandiri serta menghasilkan diri sendiri di sebut anak yatim. Mereka anak yatim yang akam memberikan kita untuk mencari dan mendapat pahala sebanyak-banyaknya dan mencari kasih sayang Allah swt, Jika kita menyayangi dan perduli terhadap mereka serta memberikan sedikit kebahagiaan sehingga mereka dapat tersenyum lepas. Dan sunggguh mulia bagi muslim yang menyayangi, merawat serta menjaga anak-anak yatim.



Rasulullah saw. Bersabda, 

“ Aku dengan penjaga anak yatim akan berada di dalam jannah (surga) yang berdekatan seperti dekatnya jari tengah dan jari telunjuk”.(HR. Bukhari, Turmudzi dan Abu Daud)

Dalam Hadist ini Rasulullah saw. Mengisyaratkan bahwa kedudukannya sebagai Nabi dan Rasul dekat dengan seorang yang menjaga anak yatim seperti dekatnya  jari tengah dengan jari telunjuk. 

Sangat beruntung bagi mereka yang di beri kesempatan dan di amanahkan oleh Allah swt. Untnk merawat dan menjaga anak-anak yatim, maka perlakukanlah dan rawatlah anak yatim itu dengan sebaik-baiknya agar rahmat dan karunia Allah swt selalu meliputi kehidupan kita.
Rasulullah saw. Bersabda,

 “Barang siapa meletakan tangannya di atas kepala anak yatim dengan penuh kasih sayang, maka untuk sehelai rambut yang di sentuhnya akan memperoleh satu pahala dan barang siapa berbuat baik kepada anak yatim, dia akan bersamaku di jannah (surga) seperti dua jari ini”. (HR. Ahmad, Ath- Thabrani, Ibnu Hibban dan Ibnu Abi Aufa)

 Ketika Rasulullah saw, menyabdakan Hadist yang berisyarat bahwa kedudukan penjaga anak yatim dengan Beliau seperti jari tengah dan jari telunjuk.

Tetapi jangan sekali-kali kita memakan harta anak yatim karena itu adalah perbuatan yang di benci oleh Allah swt. Memakan harta anak yatim sama saja melumat bara api yang membara.

Di terangkan dalam sebuah Hadist bahwa pada hari di hisab ada sebagian orang yang di bangkitkan dalam keadaan api menyala di mulut mereka. Mendengar hal ini sebagian sahabat Rasulullah saw. Menjawab dengan membaca An-Nisaa, 4:10 

“Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zhalim, Sesungguhnya ia memasukan api ke dalam perutnya. Dan mereka akan memasuki api yang menyala-nyala (neraka)”.

Sungguh celaka bagi mereka yang merampas dan memakan harta anak yatim karena nantinya harta anak yatim yang mereka makan itu akan menjadi api yang menyala-nyala dari mulutnya dan dan akan membakar isi perutnya.

Pada malam isra mi’raj, Rasulullah meilhat suatu kaum yang bibirnya besar seperti bibir unta dan Malaikat dengan kasarnya memasukan batu-batu berapi ke dalam mulutnya. Batu-batu berapi tersebut masuk melalui mulut mereka dan keluar melalui dubur mereka, mereka menjerit dan menangis karena rasa sakit yang amat dahsyat.

Rasulullah menanyakan ini kepada Malaikat Jibril a.s.,

“Siapakah mereka itu?”

Malaikat Jibril a.s., menjawab,

“Merekalah orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zhalim. Kini mereka memakan api yang menyala-nyala.”

Ada empat golongan manusia yang tidak akan merasakan nikmat jannah (surga), yaitu :
1.   Seseorang yang makan dari hasil riba
2.   Seorang anak yang durhaka terhadap kedua orang tuanya
3.   Seseorang yang memakan harta anak yatim secara zhalim.
4.   Seseorang yang gemar meminum khamr.

Marilah kita manfaatkan peluang dalam hal kebaikan ini untuk dapat meraih kenikmatan jannah (surga) yang telah Allah swt ciptakan untuk orang-orang yang mencintai dan menyayangi anak yatim.

Demikian pembahasan mengenai keberkahan dalam menyayangi dan menjaga anak yatim. Semoga apa yang saya sampaikan ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan membawa kita kepada hal yang benar dan di ridhai oleh Allah swt. Amin...

Artikel terkait :

Kebaikan Dan Manfaat Bershadaqah



Bershadaqah merupakan menafkahkan sebagian harta kita di jalan Allah swt untuk di berikan kepada seseorang yang membutuhkan. Bershadaqah sangat di anjurkan oleh Islam karena dapat memberikan manfaat yang banyak dan dapat menjauhkan kita dari segala bencana dan musibah dan masih banyak lagi kebaikan dan manfaat yang di peroleh karena bershadaqah. Sebagaimana firman Allah swt :

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang di sediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS. Al-Imran:133-134)

Dari ayat di atas kita dapat mengambil hikmah, apabila kita menafkahkan harta kita kepada orang yang membutuhkan dan atas dasar Allah swt, maka kita termasuk ciri orang yang bertakwa dan Allah swt sudah menyediakan surga bagi orang-orang yang bertakwa.

Pada umumnya banyak dari kita yang tidak mau bershadaqah karena khawatir hartanya akan berkurang, harta yang di shadaqahkan tidak kembali atau tidak mengetahui manfaat dan kebaikan bershadaqah. Sifat manusia yang seperti inilah yang akan membawa kits kepada keegoisan serta selalu mengkufuri atas nikmat yang di berikan oleh Allah swt, yang nantinya akan merugikan diri kita sendiri. Padahal Allah swt telah memberikan banyak kenikmatan dalam bershadaqah apabila kita melakukannya ikhlas lillahi ta’ala dan Allah swt akan melipat gandakan pahala dari harta yang kita nafkahkan untuk orang yang membutuhkan. Sebagaimana dalam firman Allah swt :

“Perumpamaan (nafkah yang di keluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa saja yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”
 (QS. Al-Baqarah:261)

Apa yang kita takutkan lagi dalam bershadaqah di jalan Allah swt?
Padahal Allah swt telah menjamin kepada setiap hamba-Nya yang bershadaqah akan di limpah ruahkan pahalanya, kebaikan dan manfaat yang di dalamnya terdapat nilai pahala yang tidak terbatas nilainya. Sungguh beruntung orang-orang yang gemar bershadaqah karena mereka adalah orang-orang yang telah di sediakan tempat yang paling indah di akhirat yaitu Jannah (surga) Allah swt, tidak hanya itu saja, kebaikan dan manfaat bershadaqah merupakan salah satu sarana agar rezeki kita di lipat gandakan oleh Allah swt. Seperti dalam firman Allah swt :

“Siapa yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipat gandakan pembayarannya kepadanya dengan berlipat-lipat ganda. Dan kepada-Nya lah kamu di kembalikan.”
(QS. Al-Baqarah :245)

Entah apalagi yang kita tunggu sebagai muslim untuk sedikit menyisihkan sebagian harta kita untuk mendapatkan berkah dan karunia Allah swt yang begitu besar. Bershadaqah tidak akan membuat kita menjadi fakir atau miskin karena Allah swt sendiri telah menjaminnya dalam Al-Qur’an nur kareem dan Allah swt tidak akan pernah ingkar atas janji-Nya.


Sakitnya Proses Sakaratul Maut

Sakaratul maut adalah saat di mana ruh pada jasad kita di cabut oleh malaikat pencabut nyawa. sebagaimana Firman Allah swt :

"Dan dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hamba-Nya, dan di utus-Nya kepadamu Malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, ia di wafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya."
(QS.Al-An'am : 61)

Setiap mahluk yang hidup dan bernyawa pasti akan mengalami sakitnya sakaratul maut dengan rasa sakit yang amat dahsyat dan tidak ada rasa sakit di dunia ini yang melebihi rasa sakit sakaratul maut.
Rasulullah saw. Bersabda,

"Sakaratul maut itu sakitnya sama dengan tusukan tiga ratus pedang" (HR. Tirmidzi)

Membayangkan di tusuk satu pedang saja mungkin sudah akan sangat menyakitkan bagi kita, apalagi bila di bandingkan dengan sakitnya sakaratul maut bagaikan seperti di tusuk dengan tiga ratus pedang? sungguh amat dahsyat rasa sakitnya sakaratul maut. Dalam Hadist lain Rasulullah saw. Bersabda :

"Kematian yang paling ringan ibarat sebatang pohon penuh duri yang menancap di selembar kain sutera. Apakah batang pohon duri itu dapat di ambil tanpa membawa serta bagian kain sutera yang tersobek?" (HR. Bukhari)

Selain itu atsar (pendapat) para sahabat Rasulullah saw, yaitu ka'b Al-Ahbar berpendapat :

"Sakaratul maut ibarat sebatang pohon berduri yang di masukan ke dalam perut seseorang. Lalu seorang laki-laki menariknya dengan sekuat-kuatnya sehingga ranting itupun membawa semua bagian tubuh yang menyangkut padanya dan meninggalkan yang tersisa."

Dengan membaca Hadist dan atsar (pendapat) di atas maka kita mendapat gambaran seperti apa rasa sakitnya proses sakaratul maut, walaupun gambatan tersebut tidak akan bisa terpikir oleh logika yang penuh dengan keterbatasan.

Sakaratul maut tidak tergantung pada kadar tingkat keimanan dan ketaqwaan seseorang, karena memang pada dasarnya proses pencabutan nyawa dari jasad  merupakan proses yang akan di alami oleh setiap orang serta rasanya amat sakit dan menegangkan.

Imam Ghazali mengutip suatu riwayat ketika sekelompok Bani Israil yang sedang melewati sebuah pemakaman, mereka berdo'a seraya memohon kepada Allah swt, agar Dia menghidupkan satu mayat dari pemakaman itu sehingga mereka dapat mengetahui gambaran sakaratul maut. Dengan izin Allah swt tiba-tiba mereka di hadapkan pada seorang pria yang muncul dari salah satu kuburan.

 "Wahai manusia,"

 Pria tersebut berbicara kepada mereka. 

"Apa yang kalian kehendaki dariku? Lima puluh tahun yang lalu aku mengalami kematian, namum hingga kini rasa perih sakaratul maut itu belum juga hilang dariku!"

Bahkan seseorang yang setelah lima puluh tahun meninggal pun masih merasakan perihnya proses sakaratul maut.

Proses sakaratul maut dapat menghabiskan waktu yang berbeda-beda pada setiap orang serta hitungan waktunya tidak sama dan tidak dapat di ukur dengan hitungan waktu di dunia ketika menyaksikan saat-saat dan detik-detik terakhir pada proses sakaratul maut seseorang.

Dalam sebuah mimpi keturunan dari Mustafa Kemal Attaturk, yaitu bapak modernisasi (sekularisasi) Turki yang mengubah sistem pemerintahan dan hukum negara Turki yang pada mulanya negara bersyariat Islam menjadi negara sekular, di kabarkan mengalami proses sakaratul maut selama 6 bulan walau tampak pada saat itu sakaratul maut hanya beberapa detik di dunia.

Dalam sebuah riwayat di katakan bahwa rasa sakit sakaratul maut dapat mengurangi kadar siksaan di akhirat kelak. Allah swt yang maha berkuasa atas apa yang Ia kehendaki dan segala sesuatunya berjalan sesuai dengan kehendak dan rencana-Nya. Kita semua berharap agar kelak pada proses sakaratul maut, kita di berikan kemudahan dan keringanan oleh Allah swt. Amin...

Artikel terkait :



Keindahan Dan Kenikmatan Surga Tiada Banding Dan Batas


Surga merupakan tempat paling indah yang di sediakan oleh Allah swt sebagai ganjaran bagi hamba-hamba-Nya yang beriman dan bertaqwa kepada-Nya. Semua impian dan keinginan manusia bisa di dapatkan di surga serta tiada tempat yang lebih indah dari surga. Sebagaimana Firman Allah swt :

"Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin, lelaki maupun perempuan, (akan mendapat) surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya dan mendapat tempat yang bagus di surga Adn. Dan keridhaan Allah swt lebih besar, itu adalah keberuntungan yang besar." (At-Taubah : 72)

Allah swt menjamin dan menjanjikan surga kepada orang-orang mukmin yang beriman dan bertaqwa kepada-Nya laki-laki maupun perempuan. suatu tempat yang keindahannya tidak akan pernah bisa di proses dan terbayang oleh pikiran serta logika. Dan setiap muslim pasti merindukan surga sebagai tempatnya di akhirat kelak atas balasan perbuatan-perbuatan baik yang mereka kerjakan sewaktu hidup di dunia dan merasakan kenikmatan dan keindahan surga yang tiada bandingan.

1. Pintu-pintu Surga

Terdapat delapan pintu dalam surga, Salah satunya pintu yang bernama Rayyan. Dari Sahl bin Sa'd, dari Rasulullah saw. Bersabda :

"Di surga ada delapan pintu. Ada pintu yang di namai Rayyan, tidak ada yang masuk melalui pintu tersebut melainkan orang-orang yang puasa." (HR. Bukhari)

Bagi orang-orang yang gemar berpuasa, maka orang yang tersebut dapat memasuki surga melalui pintu Rayyan.


2. Penjaga pintu surga


Surga memilki penjaga dari kalangan malaikat. di mana kita tahu bahwa malaikat yang bertugas menjaga pintu surga adalah Malaikat Ridwan a.s.

Surga hanya di peruntukan bagi mereka yang beriman dan bertaqwa kepada Allah swt. Dan tidak untuk orang-orang dzhalim yang tidak mengimani ajaran-ajaran Allah swt beserta Rasul-Rasul-Nya. Allah swt, berfirman :

"Dan orang-orang yang bertaqwa kepada Rabb mereka di bawa ke dalam surga berkelompok-kelompok (pula). Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedangkan pintu-pintunya telah terbuka, berkatalah penjaga-penjaganya kepada mereka,"keselamatan (di limpahkan) untu kalian. Berbahagialah kalian! masukilah surga ini, kalian kekal di dalamnya." (Az-Zumar : 73)

Dari Anas bin Malik, Rasulullah bersabda :

"Aku mendatangi pintu surga dan minta untuk di bukakan. Penjaga surga pun berkata "siapa Kamu?" Aku menjawab, "Muhammad." Penjaga surga berkata, "Aku telah di perintah membukanya untukmu, dan Aku tidak boleh membukanya untuk orang lain sebelemmu." (HR. Muslim)

itulah sebagian Ayat dan Hadist mengenai penjaga pintu surga yang berasal dari kalangan malaikat.

3. Bangunan-bangunan surga

di surga terdapat bangunan-bangunan yang terbuat dari bahan-bahan yang indah dan berkilau yang telah di sediakan oleh Allah swt dan bangunan tersebut di peruntukan bagi penghuni-penghuni surga.
Dari Ibnu Umar. Rasulullah saw pernah di tanya mengenai, "Bagaimanakah surga?"
Beliau menjawab, "Barang siapa yang masuk surga akan terus hidup tak akan mati, terus akan mendapatkan kenikmatan, tidak akan susah, tak akan lapuk bajunya dan tak akan hilang masa mudanya,"
Di tanyakan lagi, "Wahai Rasulullah, bagaimana bangunannya?"
Beliau menjawab, "Ada yang batanya dari perak dan ada yang dari emas, (adukan) semennya dari misik, kerikilnya adalah mutiara dan permata dan tanahnya adalah za'faran." (HR. Ibnu Abi Syaibah)

4. Kemah-kemah di surga

Kemah-kemah d surga sangat indah karena terbuat dari mutiara yang berkilau-kilau dan berisi bidadari-bidadari yang cantik dan rupawan dan selalu menjaga pandangannya. Sebagaimana Firman Allah swt :

"(Bidadari-bidadari) yang pandangan mereka hanya kepada suami di pingit dalam kemah-kemah."
(Ar-Rahman : 72)

5. Makanan dan minuman di surga

Di surga terdapat makanan dan minuman terbaik. Dimana makanan dan minuman tersebut tidak akan pernah di temukan di tempat lain dan tidak ada makanan dan minuman yang senikmat makanan dan minuman surga. Sebagaimana firman Allah swt :

"Dan buah-buahan yang mereka pilih dan daging burung yang mereka inginkan."
 (Al-Waqi'ah : 20-21)

Salah satu makanan terbaik di surga adalah buah-buahan yang segar, tidak pernah habis dan banyak jenisnya. Allah swt. Berfirman :

"Dan buah-buahan yang banyak, yang tidak berhenti (buahnya) dan tidak terlarang mengambilnya, serta kasur yang tebal lagi empuk." (Al-Waqi'ah : 32-34)

dan di surga juga terdapat minuman yang baik lagi nikmat yang telah Allah swt, sediakan untuk para penghuni surga. Sebagaimana firman Allah swt :

"Seseungguhnya orang yang berbuat kebajikan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur, (yaitu) mata air (dalam surga) yang darinya hamba-hamba Allah minum, yang mereka dapat mengalirkannya dengan sebaik-baiknya." (Al-Insan : 5-6)

di dalam firman Allah swt yang lain :

"Di dalam surga itu mereka di beri minum segelas (minuman) yang campurannya adalah jahe (yang di datangkan dari) sebuah mata air surga yang di namkan salsabil." (Al-Insan : 17-18)



6. Sungai-sungai di surga


Di surga terdapat sungai-sungai yang mengalir. Dimana air sungai tersebut dapat di minum dan nikmati oleh penghuni surga. Sebagaimana firman Allah swt :

"(Apakah perumpamaan (penghuni) Jannah yang di janjikan kepada orang-ornag yang bertaqwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamr yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang di saring; mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan Rabb mereka, sama dengan orang yang kekal dalam jahannam dan di beri minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong ususnya?" (Muhammad : 15)

7. Melihat Allah swt

Kenikmatan tertinggi dan paling agung bagi para penghuni surga adalah melihat Allah swt. Sebagaimana Allah swt. Berfiman :

"Wajah-wajah mereka berseri-seri karena melihat Rabbnya." (Al-Qiyamah : 22-23)

dan dari riwayat shuhaib, Rasulullah saw. Bersabda :

"Ketika penduduk surga masuk ke dalamnya, Allah stw berfirman, "Kalian ingin Aku menambah (nikmat) untuk kalian?"

Penduduk surga pun berkata :

"Bukankah Engkau telah memasukan kami ke surga dan menyelamatkan kami dari Neraka?"

Rasulullah saw, Bersabda :

"Allah telah membuka hijab (sehingga mereka melihat Allah). Tidaklah mereka di beri nikmat yang lebih mereka senangi selain meihat Rabb mereka."

Subhanallah, Maha suci Allah swt. bahkan kenikmatan-kenikmatan surga yang amat dahsyat pun ridak bisa menandingi kenikmatan melihat Allah swt.

Itulah sebagian keindahan dan kenikmatan surga yang tiada banding dan masih banyak lagi keindahan dan kenikmatan di surga yang belum kita ketahui sebelum kita menjadi penghuni surgadan jadikan surga sebagai motivasi kita untuk berlomba-lomba dalam beribadah dan bertaqwa kepada Allah swt serta kita berharap agar Allah swt memberi kita hidayah, bimbingan, petunjuk serat rahmat-Nya agar kelak kita bisa menjadi penghuni-penghuni surga yang selalu bahagia. Amin..amin.. ya robbal a'alamin....

Artikel terkait :






Sangkakala (Terompet Tanduk) Malaikat Israfil


Sangkakala merupakan terompet yang berbentuk tanduk yang di ciptakan Allah swt setelah menciptakan langit dan bumi. Allah swt memberikan sangkakala tersebut kepada Malaikat Israfil lalu di masukan ke mulutnya dan pandangan mata Malaikat Israfil menghadap Arsy (Singgasana Allah swt) menunggu perintah Allah swt untuk meniup sangkakala tersebut. Sebagaimana Hadist Rasulullah saw :

"Sesungguhnya Allah setelah selesai menciptakan langit dan bumi. Dia menciptakan sangkakala, lalu di berikan di mulut Israfil , maka Israfil meletakan sangkakala di mulutnya dan pandangan matanya ke arah arsy menunggu bila di perintahkan (meniup sangkakala)."
 (HR. Abu Huraitah)

Di sini Penulis akan menjelaskan tentang sangkakala berdasarkan fiman Al_Qur'an serta Hadist.

1. Ukuran dan Bentuk Sangkakala

Sangkakala mempunyai ukuran yang sangat besar dan bentuknya meyerupai tanduk.

Sahabat Abu Hurairah bertanya kepada Rasulullah saw,

"Wahai Rasulullah apakah sangkakala itu ?"

Rasulullah saw menjawab,

"Tanduk bercahaya"

Abu Hurairah bertanya kembali,

"Bagaimanakah bentuknya?"

Rasulullah saw menjawab,

"sangat besar"

"Demi zat (Allah) yang mengutusku dengan kebenaran, sesungguhnya garis tengah sangkakala itu seluas langit dan bumi yang akan di tiup dengan 3 kali tiupan,
yang pertama tiupan mengejutkan,
yang kedua tiupan mematikan,
yang ketiga tiupan kebangkitan untuk menghadap Tuhan semesta alam."
(HR. Abu Hurairah)

2. Tiga tiupan sangkakala yang sangat dahsyat

- Tiupan pertama 

Tiupan pertama sangkakala adalah tiupan mengejutkan. Seluruh alam semesta berguncang hebat, seluruh mahluk hidup ketakutan dan amat terperanjat. Di gambarkan Al-Qur'an, tiupa yang pertama adalahb tiupan yang dahsyat bahkan di katakan bahwa ibu yang sedang menyusui anaknya akan melepaskan (mencampakan) anakya, Ibu hamil tiba-tiba melahirkan walaupun usia kandungannya masih muda, manusia terombang-ambing seperti kupu-kupu yang bertebaran. Allah swt berfirman :

"Mereka tidak menunggu melainkan satu teriakan saja yang akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar. Lalu mereka tidak kuasa membuat suatu wasiatpun dan tidak  (pula) dapat kembali kepada keluarganya. Dan di tiuplah sangkakala, maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka." (Yaasin:49-51)

-Tiupan kedua

Tiupan sangkakala kedua adalah tiupan mematikan. Dimana semua mahluk yang bernyawa akan merasakan kematian pada tiupan kedua. Tidak ada yang tersisa dari penduduk langit dan bumi, kecuali yang di kehendaki oleh Allah swt.Sebagaimana Firman Allah swt :

"Dan di tiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang di kehendaki Allah. Kemudian di tiup sangkakala itu sekali lagi maka tiba-tiba mereka menunggu (putusannya masing-masing)." (Az-Zumar : 68)

dengan melihat ayat di atas, maka jelas semua mahluk di langit maupun di bumi akan mati termasuk dari golongan malaikat kecuali yang di kehendaki oleh Allah swt.

-Tiupan ketiga

Tiupan ketiga adalah tiupan kebangkitan untuk menghadap Tuhan semesta alam. Pada tiupan ketiga ini semua mahluk langit dan bumi yang mati di bangkitkan kembali. Sebagaimana Hadist Rasulullah saw,

"Kemudian di tiuplah sangkakala, maka tidak ada seorangpun yang mendengarnya kecuali akan mengarahkan pendengarannya dan menjulurkan lehernya (untuk memerhatikannya). Lalu, tidak tersisa seorangpun kecuali dia mati. Kemudian Allah Ta'ala menurunkan hujan seperti gerimis atau naungan, maka tumbuhlah jasad-jasad manusia karenanya. Lalu di tiuplah sangkakala untuk kali berikutnya, tiba-tiba mereka bangkit dari kuburnya dalam keadaan menanti (apa yang akan terjadi)." (HR. Muslim)

3.  Hubungan Sangkakala dengan bentuk alam semesta

Prof. Frank Steiner dari universitas Ulm. Jerman dan beberapa ilmuwan telah melakukan penelitian dan observasi terhadap bentuk sebenarnya alam semesta dari semesta raya ini, sebab asumsi yang selama ini banyak mengatakan bahwa bentuk alam semesta ini berbentuk bulat, bundar dan sebagainya. 

NASA menggunakan alat-alat yang canggih bernama "Wilkinson Microwave Anisotropy Prob" (WMAP). dengan alat WMAP para peneliti tersebut mendapatkan hasil yang tidak di sangka-sangka yaitu alam semesta mempunyai bentuk seperti terompet tanduk. 

Pada bagian belakang terompet tanduk alam semesta itu merupakan bagian yang tidak bisa di amati (unobservable) sedangkan untuk bagian depan terompet tanduk alam semesta itu adalah di mana tempat tata surya yang termasuk bumi berada dan masih dapat di amati (observable).

Dengan melihat hasil penelitian yang di lakukan oleh Prof. Frank Steiner dan para ilmuwan lain dengan menggunakan alat WMAP, bahwa alam semesta berbentuk seperti terompet tanduk yang bercahaya. Bercahaya karena terdapat milyaran bintang di dalamya. Apakah mungkin alam semesta ini adalah sangkakala yang akan di tiupkan oleh Malaikat Israfil as? dan mengenai besarnya alam semesta meliputi langit dan bumi. sebagaimana Hadist Rasulullah saw bahwa sangkakala bentuknya seperti tanduk yang bercahaya dan besar garis tengahnya seperti besarnya langit dan bumi.

Jika memang antara Hadist Rasulullah saw mengenai bentuk, ukuran sangkakala dan peneltian yang di lakukan oleh Prof. Frank Steiner ada kesamaan dan kemiripan, maka hanya Allah swt yang mengetahui.

Demikian pembahasan mengenai sangkakala (terompet tanduk) malaikat Israfil. Semoga apa yang penulis sampaikan dapat bermanfaat bagi para pembaca dan semoga dengan ini dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah swt.

Artikel terkait :

Para Ahli Surga

Allah swt menciptakan manusia semata-mata untuk menyembah-Nya dan sekaligus menjadi khalifah di muka bumi ini. Sebagaimana firman Allah swt :

"Sesungguhnya Aku ingin menjadikan seorang khalifah di muka bumi." (QS. Al-Baqarah : 30)

dan dalam firman Allah swt lainnya :

"Dan Aku tidak menciptakan Jin dan Manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku." 
(QS. Al-Dzariyyat : 56)

dan Allah swt akan memberikan balasan berupa kenikmatan Surga bagi hamba-hamba-Nya yang senantiasa selalu beriman dan bertaqwa kepada-Nya. Sebagaimana firman Allah swt :

"Orang-orang yang masuk surga kelak adalah orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh." (Al-Hajj : 23)

menjadi ahli surga merupakan perkara yang mudah apabila kita selalu beriman dan bertaqwa kepada Allah swt dan tidak menduakan-Nya serta selalu melakukan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya, tetapi juga bisa menjadi sangat sulit apabila dalam diri kita selalu di kendalikan dan di kuasai oleh hawa nafsu yang di pengaruhi oleh syeitan dan iblis yang senantiasa selalu menyesatkan manusia agar ingkar terhadap ajaran Allah swt dan Rasul-Nya (nabi Muhammad saw).

Disini Penulis akan berbagi ilmu mengenai para ahli surga berdasarkan Al-Qur'an dan Hadist.
Para ahli surga di golongkan menjadi 3 golongan, yaitu :

- Penguasa yang adil dan baik
- Orang yang penyayang dan lembut hatinya kepada setiap kerabat dan orang muslim
- Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari kejahatan serta berusaha menghindari kejahatan lagi pula  berkeluarga.

Sebagaimana Rasulullah saw bersabda,

"Penghuni surga ada tiga golongan, ialah penguasa yang adil dan baik, orang yang penyayang dan lembut hatinya kepada setiap kerabat dan orang muslim, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari kejahatan serta berusaha menghindari kejahatan lagi pula berkeluarga." (HR. Muslim)

1. Penguasa yang adil dan baik

Dalam istilah penguasa dapat juga di artikan sebagai pemimpin. Setiap orang terutama kaum laki-laki pasti akan mengalami atau menjadi pemimpin seperti, Pemimpin suatu negara, pemimpin suatu daerah, pemimpin suatu usaha, pemimpin suatu kelompok atau organisasi atau pemimpin sebuah keluarga. Sudah tentu bukan perkara yang mudah untuk menjadi pemimpin atau penguasa yang adil dan baik.

Allah swt memberikan petunjuk melalui Al-Qur'an dan Rasul-Nya (Nabi Muhammad saw) mengenai ciri-ciri pemimpin atau penguasa yang adil dan baik yaitu, pemimpin yang amanah, menegakkan keadilan dan selalu kembali kepada bimbingan Allah swt dan Rasul-Nya melalui Al-Qur'an dan Hadist.. Sebagaimana firman Allah swt :

"Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaknya kamu menetapkannya dengan adil. Sesungguhnya Allah sebaik-baiknya yang memberi pengajaran  kepadamu. Sesungguhnya Allah maha mendengar lagi maha melihat." (QS. An-Nisa : 58)

dan juga sebagaimana firman Allah swt :

"Wahai orang-orang yang beriman ! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan ulil amri (Pemegang kekuasaan) di antara kamu. Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur'an) dan Rasul (sunnahnya) , jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih 
baik akibatnya." (QS. An-Nisa : 59)

dengan membaca firman Allah swt di atas, jelas bahwa menjadi seorang pemimpin harus amanah, adil dan selalu kembali kepada ajaran Allah dan Rasul-Nya.(Muhammad) dalam melaksanakan tugas dan memutuskan suatu perkara.sehingga InsyaAllah dapat di golongkan sebagai pemimpin atau penguasa yang adil dan baik.

2. Orang yang penyayang dan lembut hatinya kepada setiap kerabat dan orang muslim.

Seseorang yang harus kita contoh dalam sifat penyayang dan kelembutan hatinya adalah Rasulullah saw. Sebagaimana Allah swt berfirman :

"Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung." (QS. Al-Qalam)

Allah swt yang telah mensifati Nabi Muhammad saw dengan sifat penyayang dan lemah lembut. Allah swt berfirman :

"maka di sebabkan dari Allah lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka, sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu." 
(QS. Ali-Imran : 159)

Allah swt Maha lembut dan menyukai kelembutan. Dari Aisyah r.a bahwa Rasulullah saw bersabda,
"wahai Aisyah sesungguhnya Allah Maha lembut dan menyukai kelembutan dalam segala urusan." (HR. Bukhari)

dan di riwayatkan juga dalam Hadist lain,

"Barang siapa yang terhalangi dari bersikap lemah lembut, maka dia terhalang dari seluruh bentuk kebaikan." (HR. Imam Muslim)

dengan membaca dan melihat Hadist tersebut, kita dapat memahami betapa pentingnya bersikap penyayang dan lemah lembut serta meruginya seseorang yang tidak mempunyai sikap lemah lembut dan mungkin dengan bersikap penyayang dan lemah lembut terhadap sesama dapat menjadi peluang dan cara bagi kita untuk menjadi ahli surga.

3. Orang-orang yang menjauhkan diri dari kejahatan serta berusaha menghindari kejahatan

Orang-orang yang menjauhkan diri dari kejahatan serta berusaha menghindari melakukan kejahatan merupakan salah satu golongan orang yang akan menjadi ahli surga dan penghuni surga. Orang-orang tersebut yang apabila ingin melakukan hal keji lalu mereka ingat akan Allah lalu meminta ampunan dan taubat yang sebenar-benarnya taubat. Sebagaimana firman Allah swt :

"Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka akan ingat Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui." (QS. An-nisa : 135)

Demikian mengenai para ahli surga. Semoga dapat bermanfaat bagi para pembaca dan semoga hal ini dapat kita implementasikan dengan baik pada kehidupan kita sehingga kita dapat termasuk ke dalam golongan para ahli surga. Amin.. amin... yarobbal a'lammin...

Artikel terkait :



9 Pintu Rezeki

Rezeki adalah nilai mutlak yang harus di usahakan oleh seluruh mahluk untuk mendapatkannya dalam memenuhi dan menunjang kebutuhan hidup. Manusia merupakan mahluk yang sangat bergantung terhadap rezeki, karena tanpa rezeki yang di berikan oleh Allah swt, maka manusia tidak akan dapat bertahan hidup. Di sini penulis akan berbagi Ilmu mengenai 9 pintu rezeki yang dapat  menjadi pilihan utama bagi kita untuk memperbaiki kualitas dan taraf hidup.

Banyak pilihan yang dapat kita lakukan dalam mencari rezeki Allah swt, bahkan juga ada manusia yang memilih cara yang tidak halal dalam mencari rezeki padahal masih banyak cara yang lebih baik untuk memperolehnya, yaitu dengan berdagang atau lebih di kenal dengan berwirausaha.

Berdagang merupakan salah satu cara memperoleh rezeki yang di anjurkan oleh Rasulullah saw, sebagaimana Rasulullah saw, bersabda,

"Hendaklah kalian berdagang karena berdagang merupakan sembilan dari sepuluh rezeki."
(HR. Ibrahim Al-Harbi)

Jelas dalam hadist tersebut Rasulullah saw menganjurkan kepada para umatnya untuk berdagang. Hal itu tentu sudah di buktikan dengan banyaknya para pengusaha sukses yang hartanya melimpah ruah karena hasil dari berdagang dan kalau di bandingkan dengan karyawan atau bekerja pada suatu perusahaan, maka berbeda jauh. Penghasilan dari karyawan hanya akan di terima pada saat gajian setiap minggu atau bulanan dan itupun jumlahnya dapat di prediksi, sedangkan dalam berdagang apabila barang atau jasa yang kita jual banyak di gemari oleh pembeli, maka tidak mustahil akan mendapatkan penghasilan yang akan terus meningkat setiap priodenya.

Dalam perdagangan haruslah merupakan transaksi yang mabrul dan adil agar tidak ada pihak yang merasa di rugikan. Rasulullah saw. Bersabda,

"Sebaik-baik pekerjaan adalah pekerjaan seorang pria dengan tangannya dan setiap jual beli yang mabrur." (HR. Ahmad)

apabila berdagang tidak di iringi dengan kejujuran, maka bisa di pastikan Allah swt tidak akan memberikan rahmat dan anugerah serta kebarokahan dalam perdagangan tersebut.

Terdapat beberapa hal yang dapat membantu kita dalam menunjang usaha yang kita miliki serta dapat mendekatkan diri kepada Allah swt, antara lain :

1. Berserah diri (Bertawaqal) kepada Allah swt.

Bertawaqal merupakan salah satu ciri manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah swt dan dengan bertawaqal insyaallah menjadi cara dalam membuka pintu rezeki. Sebagaimana Firman Allah swt,

"Barang siapa bertawaqal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (segala keperluannya)." (QS. Ath-Thalaaq : 3)

Namun banyak dari kita hanya bertawaqal yang berasal dari ucapan saja tetapi belum sebenar-benarnya tawaqal kepada Allah swt. Padahal Allah swt menjamin kepada hambanya yang sungguh-sungguh bertawaqal. Rasulullah saw. Bersabda,

"Andaikata kalian bertawaqal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawaqal, sungguh kalian akan Kami beri rezeki sebagaimana burung di beri rezeki. Di pagi hari keluar dalam perut kosong dan kembali dalam perut kenyang." (HR. Ahmad)

2. Laksanakan Shalat Dhuha

Shalat dhuha walaupun hukumya sunnah, namun memiliki keutamaan yang luar biasa, salah satunya adalah dapat membuka pintu rezeki. Rasulullah saw. Bersabda,

"Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat raka'at pada waktu permulaan siang (shalat dhuha), nanti pasti akan Aku cukupkan keperluanmu pada petang harinya." (HR. Al-Hakim dan Thabrani)

3. Syukuri segala nikmat yang di dapat

Bersyukur merupakan hal yang harus di perhatikan dalam kehidupan kita. Banyak hikmah yang bisa di dapat dengan bersyukur. Dengan bersyukur juga dapat menjadi pembuka pintu rezeki atau di tambahnya nikmat dan rezeki oleh Allah swt. Sebagaimana firman Allah swt,

"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka azabKu akan sangat pedih." (QS. Ibrahim : 7)

4. Perbanyak shadaqah dan membantu saudara yang kesusahan

bershadaqah penting di lakukan walaupun hanya sedikit, dalam bershadaqah seseorang tidak di tuntut untuk mengeluarkan harta yang banyak, namun semakin banyak bershadaqah akan dapat menjadi penambah dan pembuka pintu rezeki. Sebagaimana Rasulullah saw bersabda kepada Zubair bin Al-Awwam,

" Hai Zubair, ketahuilah bahwa kunci rezeki hamba itu di bentangkan di Arsy, yang di kirim oleh Allah azza wajalla kepada hamba sekadar nafkahnya, maka siapa yang membanyakkan pemberian kepada orang lain, niscaya Allah membayankkan baginya. Dan siapa yang menyedikitkan, niscaya Allah menyedikitkan baginya." (HR. Ad-Daruquthni dari Anas r.a.)

Dan apabila kita mendapati sanak-sanudara yang sedang dalam keadaan kesusahan dan membutuhkan bantuan, maka bantulah semampu yang dapat kita lakukan, karena dengan hal tersebut Allah swt juga akan memberikan kemudahan kepada kita dalam segala urusan. Rasulullah saw, bersabda,

"Siapa yang menunaikan hajat saudaranya maka Allah akan menunaikan hajatnya." 
(HR. Muslim)

5. Menjalin dan menjaga tali Silaturahmi

Dengan menjalin dan menjaga tali silaturahmi akan dapat memanjangkan usia dan menambah rezeki yang di dapat. Rasulullah saw, Bersabda,

"Barang siapa ingin di lapangkan rezekinya dan di lambatkan ajalanya maka hendaklah dia menghubungi sanak saudaranya." (HR. Bukhari Muslim)

6. Senantiasa bertaqwa dan bertaubat kepada Allah swt

Taqwa adalah hal penting yang harus di jaga agar tidak mudah terperanjat ke dalam kesesatan atau perbuatan dosa dan dengan bertaqwa tentu memiliki banyak manfaat dan hikmah serta akan di beri  kemudahan dalam setiap permasalahan yang di hadapi. Allah swt, berfirman,

"Barang siapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tidak di sangka-sangka." (QS. Ath-Thalaaq : 2-3)

Apabila kita sebagai manusia telah melakukan banyak dosa, maka segeralah bertaubat dengan sungguh-sungguh taubat, agar rezeki yang di berikan oleh Allah swt tetap berkah. Dan dengan bertaubat dapat memperlancar rezeki yang akan kita dapatkan. Rasulullah saw. bersabda.

" dan seorang hamba di cegah baginya rezeki karena dosa yang di buatnya." (HR. Tirmizi)

7. Utamakan waktu anda untuk beribadah kepada Allah swt

Ibadah merupakan hal wajib yang harus di lakukan oleh manusia, karena ibadah merupakan salah satu tujuan Allah swt menciptakan manusia dan jin. Sebagai hamba tentu kita harus selalu megutamakan ibadah antara lain, shalat lima waktu dan banyak ibadah-ibadah lainnya yang hukumya wajib maupun sunnah yang sangat di anjurkan untuk di lakukan, karena memiliki banyak keutamaan, salah satunya adalah dalam membuka pintu rezeki. Tinggalkan seluruh aktivitas dan utamakan beribadah kepada Allah swt lalu anda bisa melanjutkan aktivitas anda kembali. Rasulullah saw, Bersabda,

"Wahai Hamba-hamba-Ku, hendaknya kalian memenuhi waktu (fokus) dengan ibadah, kalau kalian melakukannya Aku akan memenuhi dada kalian dengan kekayaan, dan Aku akan menutupi kefakiran kalian. Kalau kalian tidak melakukannya, Aku akan memenuhi dada kalian dengan kesibukan dan Aku tidak akan menutupi kefakiran kalian." (HR. Ahmad dan Tirmidzi)